“Ngaji Ceria, Prestasi Juara, Santri Mendunia”, MI Muhammadiyah Plus Leksono Perkuat Pendidikan Karakter
MI Muhammadiyah Plus Leksono resmi meluncurkan program Sekolah Bernuansa Pesantren sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik.
Program tersebut memadukan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai keislaman, pemahaman Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, penanaman adab, serta tradisi positif yang menjadi karakter pendidikan pesantren.
Dalam peluncuran itu, madrasah turut memperkenalkan slogan baru sebagai identitas sekaligus arah pengembangan pendidikan, yakni “Ngaji Ceria, Prestasi Juara, Santri Mendunia.”
Slogan tersebut mencerminkan tiga pilar utama pendidikan yang dikembangkan. “Ngaji Ceria” diarahkan untuk menciptakan pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu agama yang menyenangkan, religius, serta inspiratif sehingga peserta didik tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan ajaran Islam.
Pilar kedua, “Prestasi Juara”, menjadi dorongan bagi siswa untuk mengembangkan potensi terbaik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Sementara “Santri Mendunia” diarahkan membentuk generasi berakhlak mulia, berwawasan luas, adaptif, dan memiliki daya saing.
Melalui konsep tersebut, peserta didik tidak hanya mengikuti pembelajaran reguler, tetapi juga memperoleh penguatan melalui ibadah harian, pendalaman ilmu keagamaan, penanaman adab, dan pembentukan karakter.
Peresmian program ditandai dengan pemotongan pita banner dan pelepasan balon udara. Kegiatan itu dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo, Majelis Dikdasmen PDM Wonosobo, Lurah Leksono, Pengawas MI, PCM Leksono, PCA Leksono, PCNA Leksono, PCPM Leksono, serta Komite MI Muhammadiyah Plus Leksono.
Hadir pula perwakilan SMP Muhammadiyah 3 Leksono, MIM Besani, TK ABA Leksono, dan KB Marhamah Leksono.
Sinergi madrasah, Muhammadiyah, pemerintah, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pendidikan yang unggul dalam prestasi sekaligus kokoh dalam nilai-nilai keislaman.
Kesimpulan: Pendidikan yang kuat bukan hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga membentuk insan berakhlak yang siap menghadapi dunia.