Breaking News

Tragedi antara Profesi dan Kemanusiaan


Penulis:
 H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U. (Pengamat Hukum dan Sosial)

Jendelakita.my.id –  Allah menciptakan makhluk-Nya dengan segala keterbatasan, termasuk manusia yang menjalani aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam beberapa waktu terakhir, beredar viral sebuah video tentang sosok perempuan bernama dr. Myla Aprilia. Beliau ditugaskan sebagai dokter magang di Rumah Sakit Umum Daerah KH Daud Arif, Provinsi Jambi. dr. Myla Aprilia merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Dalam video tersebut, dr. Myla Aprilia mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang. Di balik peristiwa tersebut, selama menjalani masa magang di RSUD KH Daud Arif, beliau diduga mengalami tekanan, baik akibat keterbatasan fasilitas maupun tekanan dalam lingkungan profesi, terutama dari senior.

Terakhir, dikabarkan bahwa dalam kondisi sakit, beliau masih diperintahkan untuk tetap menjalankan berbagai aktivitas sebagaimana dokter magang pada umumnya, termasuk tetap mengontrol (menjaga) pasien, baik siang maupun malam.

Dari sisi profesi, hal tersebut memang harus dijalani sesuai prosedur dan standar operasional. Namun, di sisi lain, terdapat kondisi yang seharusnya menjadi prioritas, yaitu kesehatan individu yang bersangkutan.

Di sinilah letak pentingnya kebijakan dalam menyeimbangkan dua kewajiban, yaitu menjalankan tugas secara profesional dan memenuhi hak sebagai manusia.

Peristiwa ini patut diduga mengandung implikasi hukum serta pelanggaran etika profesi. Oleh karena itu, diperlukan langkah dari Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi kedokteran untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.

Apabila terdapat faktor penyebab yang berasal dari sarana dan prasarana di RSUD KH Daud Arif, maka hal tersebut harus segera dibenahi. Jika ditemukan pelanggaran, baik secara hukum maupun etika profesi, maka harus ditindak tegas, terutama terhadap pihak yang memiliki tanggung jawab, baik pimpinan langsung maupun tidak langsung di lingkungan rumah sakit.

dr. Myla Aprilia merupakan putri terbaik yang berasal dari Makakau Ilir, Sumatera Selatan.

Selamat jalan. Semoga Allah menerima seluruh amal bakti beliau dalam pengabdiannya di dunia kesehatan. Secara hukum, peristiwa ini patut diduga sebagai bentuk perbuatan melawan hukum yang memerlukan penanganan serius.