Berawal dari Kekuatan dan Keyakinan: Jejak Pengabdian Bapak Mansyur Romadon Putra S.Pd.Gr.M.Pd
Tulisan oleh: Tema Lurizka (Mahasiswa KPI Semester IV)
Jendelakita.my.id. - Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang terus menuntut perubahan, hadir sosok muda asal Musi Rawas yang memilih jalan pengabdian melalui dunia akademik. Sosok itu adalah Mansyur Romadon Putra S.Pd.Gr.M.Pd., seorang pendidik yang meniti perjalanan karir panjang dan penuh perjuangan.
Perjalanan hidupnya menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu datang secara instan. Ketekunan, keberanian mengambil keputusan, dan keyakinan untuk menang menjadi fondasi yang mengantarkan dirinya dikenal sebagai salah satu pemuda berprestasi dari Musi Rawas dibuktikan dengan sertifikat Bujang Musi Rawas dan kontribusinya di Duta Pariwisata.
Menempuh pendidikan strata satu di Universitas Sriwijaya dengan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah musi rawas. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia sempat meniti karir di dunia perbankan selama kurang lebih satu setengah tahun.
Namun, dunia pendidikan rupanya tetap menjadi panggilan hati dan keputusan untuk keluar dari zona nyaman. Kesempatan besar datang ketika dirinya memperoleh beasiswa dari Kamenristek Dikti untuk melanjutkan studi magister di jurusan Pendidikan Pra-Sekolah.
Keputusan meninggalkan dunia perbankan dan kembali ke jalur pendidikan menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Meskipun sempat merasa bahwa bidang yang digelutinya saat ini bukan fashion nya. Namun, ia mengungkapkan bahwa berkat Tawakkal kepada takdir Allah, saat ini ia tidak hanya menjadi dosen tapi juga sebagai aksesor, pembicara dan pengamat anak.
Karier akademiknya dimulai pada tahun 2013 sebagai dosen di Universitas Terbuka Rawamangun, Jakarta. Pengalaman tersebut menjadi pijakan awal dalam memahami dinamika dunia perguruan tinggi dan pembelajaran masyarakat luas.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2015, Bapak Mansyur kembali ke Sumatera Selatan dan mengabdi sebagai dosen di Universitas Sriwijaya. Namun keinginannya untuk lebih dekat dengan tanah kelahiran membuatnya memutuskan pindah ke universitas PGRI Palembang sebelum akhirnya ditempatkan di STKIP PGRI Lubuklinggau pada periode 2015 hingga 2020.
“Di dalam hidup kita memang harus bermanfaat bagi orang lain tetapi adakalanya kita harus memberikan yang terbaik untuk diri kita sendiri.” Ujar Beliau saat di wawancarai.
Sejak tahun 2020 hingga sekarang, Bapak Mansyur Ramadhan Putra mengabdikan diri di STAI BS Lubuklinggau sebagai dosen. Tidak hanya aktif mengajar, ia juga dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Lembaga Penjamin Mutu.
Perjalanan panjang yang ditempuhnya menjadi inspirasi bagi generasi muda Musi Rawas. Dari dunia perbankan hingga menjadi akademisi, dari ruang kuliah di Jakarta hingga kembali membangun pendidikan di daerah, Beliau membuktikan bahwa keberhasilan itu dimulai dari keyakinan dan perjuangan panjang.
“Hidup itu berdasarkan keyakinan. Kalau kita yakin kita bisa, maka pasti akan bisa.”