Solidaritas Sosial Masyarakat Desa vs Individualisme di Perkotaan
Penulis: Adang Maulana
Masyarakat desa dikenal memiliki solidaritas sosial yang tinggi, ditandai dengan hubungan yang erat, saling membantu, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong. Interaksi sosial berlangsung secara langsung dan penuh keakraban.
Sebaliknya, masyarakat perkotaan cenderung lebih individualis. Hubungan sosial lebih didasarkan pada kepentingan tertentu, bersifat formal, dan kurang mendalam. Kesibukan serta mobilitas tinggi membuat interaksi sosial menjadi terbatas.
Namun, di era modern, batas ini mulai berubah. Di desa mulai muncul sikap individualis akibat pengaruh teknologi, sementara di kota mulai berkembang komunitas sosial yang memperkuat kebersamaan.
Kesimpulannya, perbedaan solidaritas sosial antara desa dan kota dipengaruhi oleh lingkungan, gaya hidup, serta perkembangan zaman.
