Breaking News

jenis" fiqih muamlah merunurt pandangan sayriah

Penulis : AHMAD FATHIRUL HAQ ( mahasiswa prodi MBS-STAI BUMI SILAMPARI) 

 Dalam pandangan syariah, jenis-jenis Fiqh Muamalah dikategorikan berdasarkan tujuan dan sifat akadnya (kontrak). Secara garis besar, akad-akad ini menjadi instrumen bagaimana harta dan jasa berpindah tangan secara sah.

Berikut adalah pembagian jenis Fiqh Muamalah berdasarkan fungsinya:

1. Akad Pertukaran (Uqud al-Mu'awadhat)

Jenis muamalah ini bertujuan untuk pertukaran nilai antara dua pihak, di mana ada barang yang diterima dan ada ketidakseimbangan yang diterima.

• Al-Ba'i (Jual Beli): Pertukaran harta dengan harta yang berakibat penjualan kepemilikan.

• Al-Ijarah (Sewa-Menyewa): Pertukaran manfaat atau jasa dengan ketidakseimbangan (upah), tanpa perpindahan kepemilikan barang.

• As-Salam: Jual beli barang dengan pesanan, di mana pembayaran dilakukan di muka secara tunai, sedangkan barang dikirim kemudian.

• Al-Istishna': Jual beli berdasarkan pesanan pembuatan barang dengan kriteria tertentu.

2. Akad Kerja Sama (Uqud al-Isytirak)

Akad ini digunakan untuk menggabungkan modal atau keahlian guna mendapatkan keuntungan bersama.

• Al-Musyarakah: Kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko ditanggung bersama.

• Al-Mudharabah: Akad kerja sama usaha antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola modal (mudharib). Keuntungan dibagian sesuai kesepakatan, namun kerugian finansial ditanggung pemilik modal selama bukan karena kelalaian pengelola.

• Al-Musaqah/Mukhabarah: Kerja sama khusus di bidang pertanian atau perkebunan.

3.AkadPemberian Kepercayaan/Jaminan(Uqudal-Tautsiqat)

Jenis muamalah yang berfungsi untuk memberikan keamanan atau jaminan dalam transaksi utang-piutang.

• Al-Rahn (Gadai): Menjadikan harta yang mempunyai nilai harta menurut pandangan syara' sebagai jaminan utang.

• Al-Kafalah (Penjaminan): Mengalihkan tanggung jawab seseorang dalam menjamin orang lain untuk memenuhi kewajibannya.

• Al-Hiwalah: Pengalihan utang dari orang yang berkontribusi kepada orang lain yang wajib menanggungnya.

4. Akad Titipan dan Perwakilan (Uqud al-Imanah & Niabah)

• Al-Wadi'ah (Titipan): Titipan murni dari satu pihak ke pihak lain yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja pemberi titipan menghendaki.

• Al-Wakalah (Perwakilan): Penyerahan atau pendelegasian resmi dari satu pihak kepada pihak lain untuk melakukan urusan tertentu.

5. Akad Sosial (Uqud al-Tabarru'at)

Akad yang tujuannya bukan mencari keuntungan komersial, melainkan untuk jangka panjang (ta'awun).

• Al-Qardh (Pinjaman): Memberikan harta kepada orang lain yang dapat ditagih kembali dengan jumlah yang sama tanpa tambahan (pinjaman tunjangan).

• Hibah, Waqaf, Sedekah: Pemberian harta secara cuma-cuma untuk kepentingan penerima atau kepentingan umum.

Klasifikasi Klasifikasi Muamalah

Kategori Akad Fokus Utama Contoh Transaksi

Komersial (Tijari) Keuntungan/Keuntungan Jual Beli, Sewa, Bagi Hasil.

Sosial (Tabaru') Tolong Menolong Pinjaman (Qardh), Hibah, Wakaf.

Jaminan (Tautsiqat) Keamanan Transaksi Gadai (Rahn), Penjaminan (Kafalah).