Breaking News

Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan Negara



Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U.  (Anggota Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Sumatera Selatan)

Jendelakita.my.id. - Tujuan dari kemerdekaan Indonesia tidak lain adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jika menilik sejarah menjelang 17 Agustus 1945, banyak peristiwa yang melahirkan konsensus nasional antara berbagai golongan, kelompok, serta pemeluk agama dan kepercayaan. Dari proses tersebut lahirlah Konstitusi Republik Indonesia, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus senantiasa dijaga dan dipelihara secara harmonis melalui musyawarah mufakat, tanpa mengutamakan kepentingan pribadi ataupun golongan.

Hal ini mengingat bahwa kita adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu tanah air yang dikenal sebagai Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Kita hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mengakui keberagaman sebagai kekayaan warisan luhur para pendiri dan pejuang bangsa.

Memasuki akhir Ramadan 1447 Hijriah, menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini, bertepatan pula dengan perayaan Hari Raya Nyepi, khususnya di Pulau Bali yang dikenal sebagai Pulau Dewata.

Pada saat Hari Raya Nyepi berlangsung, suasana di sana dijalani tanpa aktivitas masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi.

Di sisi lain, keesokan harinya umat Islam akan melaksanakan malam takbiran dalam rangka menyambut 1 Syawal sebagai Hari Raya Idulfitri.

Alhamdulillah, jika kita cermati, momentum kedua perayaan tersebut tampaknya tidak menimbulkan kendala satu sama lain. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Hari Raya Nyepi jatuh pada tanggal 19 Maret dan dimulai pukul 06.00 waktu setempat hingga berlangsung selama 24 jam.

  2. Estimasi pemerintah untuk malam takbiran pada 20 Maret 2026 dimulai pukul 18.00 waktu setempat.

Mengingat penting dan khidmatnya dua perayaan tersebut, diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik tanpa adanya gesekan yang dapat merugikan kita semua sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

Melalui kesepahaman dan sikap saling menghormati ini, saya sebagai kolumnis sekaligus anggota Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri.

Mohon maaf lahir dan batin.

Semoga kita semua senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta negara tercinta ini menuju Indonesia Emas 2045.