Breaking News

Makna dan Keutamaan Lailatul Qadar dalam Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan


 Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U. 

Jendelakita.my.id. - Pertama, pada malam tersebut Allah menurunkan Al-Qur'an yang membawa petunjuk dan kebahagiaan bagi manusia di dunia dan akhirat.

Kedua, kalimat tanya yang digunakan dalam Al-Qur'an menunjukkan keagungan malam tersebut, sebagaimana firman-Nya:

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS. Al-Qadr: 2).

Ketiga, malam ini lebih baik daripada seribu bulan.

Keempat, para malaikat turun pada malam tersebut, dan mereka tidaklah turun melainkan membawa kebaikan, rahmat, dan keberkahan.

Kelima, Lailatul Qadar adalah malam keselamatan dan kesejahteraan. Banyak orang yang selamat dari hukuman dan siksaan karena mereka melakukan ketaatan kepada Allah pada malam tersebut.

Keenam, Allah menurunkan satu surah lengkap yang menjelaskan keutamaan Lailatul Qadar, bahkan surah tersebut akan terus dibaca sampai hari kiamat.

Di antara keutamaan malam Lailatul Qadar adalah sebagaimana yang tercantum dalam Ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa yang melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Yang dimaksud dengan iman adalah iman kepada Allah serta meyakini pahala yang Dia persiapkan bagi orang-orang yang melaksanakan salat pada waktu itu. Adapun yang dimaksud dengan mengharap pahala adalah mengharapkan ganjaran dari Allah Swt. Hal ini dapat diraih oleh orang yang mengetahuinya ataupun tidak, karena Nabi Muhammad saw. tidak mensyaratkan bahwa pahala tersebut hanya dapat diperoleh oleh orang yang berilmu.

Malam Lailatul Qadar terdapat pada bulan Ramadhan. Pada malam itulah Allah menurunkan Al-Qur'an, sebagaimana Allah juga mengabarkan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada bulan Ramadhan.

Allah berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1).

Dia juga berfirman:
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Berdasarkan dua ayat tersebut, jelas bahwa Lailatul Qadar terdapat pada bulan Ramadhan. Peristiwa ini terjadi pada umat ini hingga hari kiamat.

Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An-Nasa'i dari Abu Dzar. Ia berkata:

“Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku tentang Lailatul Qadar. Apakah ia terjadi pada bulan Ramadhan atau pada bulan yang lain?”

Beliau menjawab, “Ia terjadi pada bulan Ramadhan.”

Abu Dzar bertanya kembali, “Apakah ia hanya terjadi pada masa para nabi saja sehingga ketika mereka wafat Lailatul Qadar juga hilang, ataukah ia tetap ada sampai hari kiamat?”

Beliau menjawab, “Ia akan tetap ada sampai hari kiamat.”

Rasulullah saw. juga bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Terjadinya Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam genap (HR. Al-Bukhari).

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan bahwa pendapat yang paling kuat adalah Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir, namun waktunya dapat berpindah-pindah dari tahun ke tahun.

Allah menyembunyikan pengetahuan tentang terjadinya malam tersebut dari para hamba-Nya sebagai rahmat bagi mereka, agar mereka memperbanyak amal untuk meraihnya dengan salat, zikir, dan doa pada malam-malam Ramadhan. Hal ini juga merupakan ujian agar dapat dibedakan antara orang yang benar-benar bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mencarinya dengan orang yang malas dan meremehkannya.

(Ringkasan dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Majelis Bulan Ramadhan, Pustaka Imam Syafi'i, 2007, hlm. 281–292).