Breaking News

Ketentuan Zakat Fitrah, Zakat Mal, dan Fidyah dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis

Image by Aqib Antasena from Pixabay

Jendelakita.my.id. - Berikut penjelasan zakat fitrah, zakat mal, dan fidyah secara lebih rinci berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadis, namun tetap disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

1. Zakat Fitrah

Pengertian
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada akhir bulan Ramadan sebagai penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa dan sebagai bantuan kepada fakir miskin.

Dalil Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan berzakat), dan dia ingat nama Tuhannya lalu dia salat.”
(QS. Al-A'la: 14–15)

Ayat ini oleh para ulama ditafsirkan sebagai anjuran untuk menyucikan diri melalui zakat, termasuk zakat fitrah.

Dalil Hadis
Rasullullah bersabda:

“Ia mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik budak maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.”
(HR. Abdullah bin Umar, riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Ketentuan Zakat Fitrah

  1. Wajib bagi setiap Muslim yang memiliki kelebihan makanan pada malam Idul Fitri.

  2. Besarannya 1 sha’ (sekitar 2,5–3 kg makanan pokok) seperti beras.

  3. Waktu pembayaran:

    • Boleh sejak awal Ramadan.

    • Waktu utama sebelum salat Idul Fitri.

  4. Diberikan kepada fakir dan miskin.

2. Zakat Mal (Zakat Harta)

Pengertian
Zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki seorang Muslim apabila telah mencapai nisab (batas minimal harta) dan telah dimiliki selama haul (1 tahun).

Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”
(QS. At-Tawbah: 103)

Ayat lain:

“Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.”
(QS. Al-Baqarah: 43)

Dalil Hadis

Rasullullah bersabda:

“Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Ketentuan Zakat Mal

  1. Harta telah mencapai nisab (misalnya setara ±85 gram emas).

  2. Dimiliki selama 1 tahun (haul).

  3. Besaran zakat umumnya 2,5% dari total harta.

  4. Diberikan kepada 8 golongan penerima zakat (asnaf) sebagaimana dijelaskan dalam:

    QS. At-Tawbah ayat 60 yaitu:

    • Fakir

    • Miskin

    • Amil zakat

    • Muallaf

    • Memerdekakan budak

    • Orang yang berhutang

    • Fi sabilillah

    • Ibnu sabil

3. Fidyah

Pengertian
Fidyah adalah memberikan makanan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa Ramadan yang tidak dapat dilaksanakan oleh orang yang memiliki uzur tertentu.

Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

“Dan bagi orang yang berat menjalankannya (puasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.”
(QS. Al-Baqarah: 184)

Penjelasan Ulama
Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti orang tua yang sangat lemah atau orang sakit yang tidak ada harapan sembuh, dapat mengganti puasa dengan fidyah.

Ketentuan Fidyah

  1. Diberikan kepada fakir miskin.

  2. Besarnya sekitar 1 porsi makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

  3. Boleh diberikan dalam bentuk makanan atau uang senilai makanan tersebut.

  4. Biasanya dibayarkan setelah meninggalkan puasa atau pada akhir Ramadan.

Kesimpulan

Zakat fitrah, zakat mal, dan fidyah merupakan bagian dari syariat Islam yang bertujuan membersihkan jiwa, menyucikan harta, dan membantu kaum yang membutuhkan. Ketiga ibadah ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah), tetapi juga hubungan sosial dengan sesama manusia (hablumminannas).