Dua Meja Biliar Pimpinan DPRD di Tengah Defisit Anggaran
Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U. (Pengamat Hukum)
Jendelakita.my.id. - Dikutip dari Detik Sumbagsel, Sabtu, 7 Maret 2026. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Hadianto, membenarkan bahwa Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan menganggarkan dana untuk membeli dua meja biliar bagi dua pimpinan DPRD Sumsel yang akan ditempatkan di rumah dinas DPRD Sumsel sebesar Rp486,9 juta. Informasi tersebut dilansir dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) dengan data yang diperbarui pada 7 Maret 2026 pukul 01.47 WIB.
Lebih lanjut, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat DPRD Sumsel mengatakan bahwa pengadaan dua meja tersebut merupakan kebutuhan penunjang bagi wakil rakyat. Masing-masing harga meja biliar berbeda, yaitu untuk Ketua DPRD Sumsel Andrie Dinialdie sebesar Rp151 juta dan untuk Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panci sebesar Rp335,9 juta, sehingga total anggaran mencapai Rp486,9 juta.
Pada Minggu, 8 Maret 2026, sebagaimana dilansir Tribun Sumsel, Ketua DPRD Sumsel Andrie Dinialdie dari Partai Golkar membenarkan informasi tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada media yang telah memberitakannya. Namun, menurutnya hal tersebut masih merupakan tahap perencanaan. Ia juga menyebutkan bahwa nantinya meja biliar tersebut dapat digunakan oleh para pemain biliar, mengingat dirinya juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Biliar Sumatera Selatan.
Terlepas dari informasi tersebut, sebagai seorang kolumnis penulis menyayangkan apabila rencana tersebut benar-benar direalisasikan, karena dana sebesar itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terlebih di tengah kondisi kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Selain itu, saat ini pemerintah pusat juga tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor.
Di sisi lain, kebutuhan meja biliar tersebut bukanlah kebutuhan primer, melainkan hanya bersifat penunjang. Oleh karena itu, muncul pertanyaan mengenai urgensinya: apakah pengadaan tersebut memang benar-benar diperlukan? Selain itu, perbedaan harga yang cukup signifikan antara kedua meja biliar tersebut juga menimbulkan pertanyaan, apakah perbedaan tersebut disebabkan oleh kualitas atau faktor lainnya.
