Breaking News

Kesederhanaanya, Kerajinan Tali Kur Menyimpan Potensi Ekonomi Dan Seni Yang Luar Biasa

 


Di tengah maraknya produk handmade yang menghiasi pasar lokal dan online, kerajinan tangan dari tali kur masih belum banyak dikenal masyarakat luas. Padahal, jenis kerajinan ini menyimpan nilai seni yang tinggi serta potensi usaha yang menjanjikan.

Tali kur, yang umumnya terbuat dari bahan nilon atau poliester, sering digunakan untuk membuat gelang, gantungan kunci, dan bahkan tas. Salah satu contoh menakjubkan adalah tas buatan tangan dengan motif rajutan rumit seperti yang terlihat pada gambar. Tas ini dibuat dengan teknik simpul makramé, menghasilkan pola geometris yang unik dan estetik.

Menurut beberapa perajin lokal, proses pembuatan satu tas dari tali kur bisa memakan waktu 6 hingga 10 jam, tergantung tingkat kerumitan motif. Dibalik tampilan modis dan kekinian, setiap simpul yang dibuat adalah hasil dari ketelitian, kesabaran, dan seni tangan yang terlatih.

“Banyak yang mengira ini produk buatan pabrik karena motifnya rapi, padahal ini 100% handmade. Tali kur itu serbaguna, kuat, dan warnanya menarik, cocok banget buat produk fesyen yang tahan lama,” ujar Rina saat ditanyai di rumahnya pada Kamis, (20/11/2025).

Meskipun belum sepopuler rajutan benang wol atau kerajinan dari rotan, produk dari tali kur mulai menarik perhatian generasi muda yang menyukai barang-barang unik dan ramah lingkungan. Tak sedikit pula yang menjadikan keterampilan ini sebagai peluang usaha, baik secara individu maupun kelompok komunitas UMKM.

Seiring meningkatnya kesadaran akan produk lokal dan handmade, kerajinan dari tali kur diharapkan bisa mendapatkan tempat lebih besar di pasar nasional maupun internasional. Dengan kreativitas dan inovasi desain, tali kur bukan sekadar tali, melainkan karya seni yang bisa dikenakan.