Breaking News

HUT ke-80 PLN Dibalut Protes: HMI Komisariat Fakultas Ilmu Teknik Cabang Lubuklinggau Soroti Mati Lampu Mendadak dan Lampu Jalan Mati di Gang-gang


Jendelakita.my.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke-80 pada 27 Oktober 2025 diwarnai oleh nada sumbang dari kalangan aktivis di Kota Lubuklinggau. Alih-alih merayakan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ilmu Teknik Cabang Lubuklinggau justru menyoroti sejumlah masalah krusial yang menunjukkan buruknya kualitas pelayanan PLN di lapangan.

Menurut HMI KOMFILTEK, masalah klasik seperti pemadaman listrik mendadak tanpa pemberituan resmi dan infrastruktur Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terbengkalai menjadi bukti bahwa PLN belum sepenuhnya hadir memberikan layanan optimal kepada masyarakat.

Ketua Umum HMI Komisariat FILTEK Cabang Lubuklinggau, [ Satrya S ]menyatakan bahwa layanan kelistrikan di Kota Lubuklinggau seringkali jauh dari standar.

"Kami mengapresiasi usia PLN yang ke-80, tetapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat masih sering menjadi korban. Mati lampu mendadak tanpa notifikasi sudah menjadi pemandangan biasa. Padahal, sesuai regulasi, PLN wajib memberitahukan pemeliharaan paling lambat 24 jam sebelumnya," tegas [Satrya S].

Ia menambahkan, ketidakjelasan informasi mengenai pemadaman ini merugikan mahasiswa yang sedang belajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang perangkat elektroniknya berisiko rusak akibat fluktuasi tegangan mendadak.

Selain masalah pemadaman, HMI Komisariat FILTEK juga menyoroti kondisi PJU di wilayah permukiman. Berdasarkan pantauan mereka, banyak lampu jalan yang baru dipasang dan belum genap setahun sudah mati dan dibiarkan terbengkalai, terutama di gang-gang kecil.

"Ini masalah serius. Lampu jalan di gang-gang mati, membuat lingkungan menjadi gelap dan sangat rawan aksi kriminalitas. Kami pertanyakan, bagaimana proses pengadaan dan kontrol kualitas instalasi PJU tersebut? Mengapa respons perbaikan sangat lambat?" lanjutnya.

HMI mendesak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuklinggau dan pemerintah daerah terkait untuk segera berkoordinasi memperbaiki infrastruktur yang mati tersebut. Menurut mereka, fokus pelayanan PLN seharusnya tidak hanya pada kota utama, tetapi juga pada area terkecil yang merupakan tempat tinggal mayoritas warga.

Dalam rangka HUT PLN ke-80, HMI Komisariat FILTEK Cabang Lubuklinggau menyerukan tuntutan agar:

1. Meningkatkan transparansi dan akurasi informasi mengenai jadwal pemadaman, baik melalui aplikasi PLN Mobile maupun media massa.

2. Mempercepat dan memperketat kontrol terhadap kualitas dan pemeliharaan PJU, terutama di gang-gang permukiman.

3. Mengevaluasi dan meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat gangguan listrik.

Mahasiswa berharap, PLN dapat menjadikan kritik ini sebagai evaluasi mendasar, agar peringatan ulang tahun perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Lubuklinggau, bukan sekadar perayaan seremonial belaka.