Breaking News

Palembang Kota Layak Huni di Masa Depan


Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U.  (Anggota Dewan Pakar Bakti Persada Masyarakat Sumatera Selatan)

Jendelakita.my.id. -  Pertanyaan muncul, apakah selama ini Palembang tidak layak huni? Jawabnya tentu tidak begitu. Namun, untuk ke depannya, terlebih dalam rangka menyongsong Indonesia Emas, masih banyak hal yang perlu diperhatikan, baik secara fisik maupun nonfisik.

Persoalan fisik dapat dilihat dari infrastruktur. Masih banyak jalan protokol maupun jalan alternatif yang memerlukan perbaikan. Pada musim hujan, masalah yang dihadapi adalah banjir di berbagai lokasi, termasuk jalan raya, yang berakibat pada kemacetan. Di kawasan permukiman, masyarakat merasa prihatin dengan musibah banjir dan dampak lainnya.

Pada kesempatan kali ini, penulis ingin menyoroti sisi sosial budaya. Banyak berita yang tersebar di media massa maupun media sosial, baik cetak maupun elektronik, mengenai gangguan keamanan. Contohnya, terjadi pemalakan di jalan raya yang memeras para sopir kendaraan besar oleh para pelaku kejahatan. Belum lagi maraknya aksi begal, yang sering terjadi terutama pada waktu istirahat (tengah malam atau dini hari). Bahkan, peristiwa-peristiwa tersebut kerap menimbulkan kerugian materi, hingga merenggut nyawa pemilik harta.

Persoalan-persoalan seperti contoh di atas tentu memerlukan keterpaduan dari berbagai instansi terkait untuk mengatasinya. Di sisi lain, budaya masyarakat yang belum memiliki rasa “belonging” juga menjadi masalah. Banyak infrastruktur maupun bangunan pemerintah dan swasta yang dirusak atau dicuri. Hal ini menunjukkan perlunya tidak hanya pengawasan, tetapi juga sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran menjaga fasilitas bersama. Banyak halte yang dicoret-coret bahkan dirusak oleh tangan-tangan jahil.

Beberapa faktor di atas menunjukkan bahwa upaya membenahi Palembang agar menjadi kota layak huni bukan hanya tugas pemerintah, baik pusat maupun daerah, melainkan tugas bersama seluruh masyarakat. Alhamdulillah, direncanakan Bakti Persada Masyarakat Sumatera Selatan (BPMSS) bersama Pemerintah Kota Palembang pada akhir Oktober akan mengadakan diskusi untuk membahas persoalan-persoalan tersebut.

Kegiatan diskusi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Wali Kota Palembang beberapa waktu lalu, yang kemudian direalisasikan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang. BPMSS akan menjadi salah satu narasumber dengan menghadirkan pakar yang tergabung dalam perkumpulan tersebut, di samping narasumber dari pihak Bappeda Kota Palembang.

Sebagai informasi, Bakti Persada Masyarakat Sumatera Selatan adalah perkumpulan yang peduli terhadap pembangunan masyarakat Sumsel khususnya, dan Indonesia pada umumnya. BPMSS didirikan sekitar satu tahun yang lalu, telah memiliki program unggulan, serta melakukan audiensi dengan pejabat provinsi maupun kabupaten/kota. Mudah-mudahan keberadaan BPMSS dapat berkontribusi membantu pembangunan di Sumatera Selatan dan Palembang, baik dalam aspek fisik maupun nonfisik.