Dari Kolom Surat Pembaca hingga Kolom Opini
Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U. (Kolumnis)
Jendelakita.my.id. - Salah satu media massa yang turut membesarkan nama penulis sebagai kolumnis adalah Harian Sriwijaya Post Palembang. Penulis pertama kali menjalin kemitraan dengan media tersebut ketika kantornya masih beralamat di Jalan Sudirman. Seiring waktu, Sriwijaya Post kemudian berkantor di Jalan Soekarno-Hatta, di samping Tribun Sumsel. Sebelumnya, media ini juga sempat berkantor di Jalan Kapten A. Rivai dan Jalan Angkatan 45, jika penulis tidak keliru.
Sebagai langkah awal untuk memperkenalkan diri, penulis mencoba mengirimkan tulisan ke kolom surat pembaca. Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat disampaikan melalui kolom tersebut. Selain itu, penulis juga kerap diminta memberikan komentar mengenai persoalan yang sedang menjadi tren pada masanya, baik melalui pertemuan langsung maupun melalui telepon konvensional, ketika telepon seluler belum tersedia seperti sekarang.
Perjalanan panjang tersebut dimulai sejak 1980. Penulis kemudian mendapat kesempatan mengisi kolom opini. Nama Salman Rasyidin dan Hamzah (alm.) masih jelas dalam ingatan penulis sebagai mitra kerja yang saat itu menjabat sebagai pimpinan redaksi.
Namun, perjalanan tersebut sempat terhenti selama kurang lebih 10 tahun. Penulis tidak lagi aktif mengirimkan berita maupun opini, terutama ketika terjadi peralihan dari penggunaan mesin tik manual ke era komputer dan laptop.
Atas izin-Nya, suatu hari penulis bertemu dengan Datuk Salman Rasyidin seusai salat Jumat di Masjid Mualimin, Jalan Seruni. Beliau menyapa penulis dan menanyakan alasan penulis sudah lama tidak mengirimkan tulisan. Beliau kemudian menyarankan agar penulis sesekali kembali mengirimkan tulisan ke redaksi atau melalui nomor ponselnya.
Penulis pun spontan menyanggupi tawaran tersebut. Kali ini, penulis mengusulkan untuk mengirimkan berita atau artikel melalui WhatsApp (WA), dan beliau menyetujuinya.
Sejak saat itu, aktivitas pengiriman artikel dan berita kembali berjalan lancar. Ketika beliau memasuki masa pensiun, penulis diperkenalkan kepada Aminudin, yang kemudian menerima sejumlah tulisan penulis. Alhamdulillah, sejak saat itu penulis tidak hanya mengisi kolom opini, tetapi juga secara berkala menulis untuk kolom Komunitas serta Art and Culture yang terbit di halaman 2.
Seiring berjalannya waktu, Aminudin juga memasuki masa pensiun dan kemudian meninggal dunia. Dengan berbagai pertimbangan, kolom Komunitas dan Art and Culture akhirnya tidak lagi diterbitkan.
Sebelum meninggal dunia, Aminudin sempat memberikan nomor telepon seluler Sugeng kepada penulis. Selanjutnya, penulis menjalin komunikasi dengan Sugeng dan rutin mengirimkan tulisan untuk kolom opini serta kolom Jumat, sesuai dengan jadwal penerbitan yang ditetapkan redaksi.
Puncak pengalaman tersebut terjadi pada 1993, ketika Harian Sriwijaya Post merayakan hari ulang tahunnya yang ke-16. Dalam kesempatan itu, media tersebut mengadakan pemilihan 10 tokoh berdasarkan pilihan pembaca. Penulis menjadi salah satu dari 10 tokoh terpopuler pada masa itu.
Atas perjalanan dan pengalaman tersebut, penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan wartawan, baik yang bekerja di media massa maupun yang aktif di media sosial. Dukungan dan kemitraan yang terjalin selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan penulis sebagai kolumnis.
