Radio Citra FM Lubuklinggau Hadirkan Dakwah yang Ringan dan Edukatif untuk Semua Kalangan
Tulisan oleh: Alzena Savaira Salimah
Jendelakita.my.id. - Lubuklinggau, Peran radio sebagai media komunikasi massa dinilai masih relevan dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif, termasuk nilai-nilai dakwah Islam. Hal ini disampaikan oleh Kak Vijay, selaku penyiar di Radio Citra FM Lubuklinggau, dalam sesi wawancara bersama mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Dalam wawancara tersebut, pertanyaan yang diajukan berfokus pada bagaimana radio dapat menyampaikan pesan dakwah tanpa terkesan berat, sehingga tetap menarik bagi berbagai kalangan pendengar. Kak Vijay menjelaskan bahwa kunci utama terletak pada cara pengemasan konten yang komunikatif, santai, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Sebagai media yang fleksibel, radio punya kekuatan untuk menyampaikan pesan dengan gaya yang ringan. Jadi, dakwah tidak harus selalu formal atau kaku. Kita bisa menyelipkannya dalam obrolan santai, storytelling, atau bahkan melalui program interaktif dengan pendengar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kak Vijay mengungkapkan bahwa pihak radio telah menghadirkan berbagai program yang secara khusus mengandung nilai edukatif dan dakwah. Program-program tersebut disesuaikan dengan waktu siaran dan segmentasi pendengar agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara maksimal.
“Ada banyak program terkait hal tersebut yang kita laksanakan. Mulai dari program pagi seperti kuliah subuh yang mengangkat tema-tema keislaman ringan namun bermakna. Lalu di malam hari, kita juga punya program ceramah dan mengaji yang lebih mendalam, tapi tetap dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami,” ujarnya.
Tidak hanya itu, inovasi program juga dilakukan pada momen tertentu, seperti bulan Ramadan. Kak Vijay menyebutkan bahwa pihaknya menambahkan beberapa program spesial yang lebih kental dengan nuansa dakwah, namun tetap dikemas secara menarik.
“Di bulan Ramadan, kita menghadirkan program seperti Obor (Obrolan Ramadan) yang dikemas santai tapi penuh makna, serta tadarus Al-Qur’an yang bisa diikuti oleh pendengar dari rumah. Ini menjadi salah satu cara kami untuk mendekatkan dakwah kepada masyarakat tanpa terasa menggurui,” tambahnya.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menyampaikan dakwah melalui radio adalah menjaga keseimbangan antara isi pesan dan cara penyampaian. Jika terlalu berat, pendengar bisa merasa bosan. Namun jika terlalu santai tanpa arah, pesan yang ingin disampaikan justru tidak sampai.
Melalui berbagai program yang dihadirkan, Radio Citra FM Lubuklinggau terus berupaya menjadi media yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pendengar. Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa radio tetap memiliki peran strategis dalam menyebarkan pesan dakwah di era modern, dengan pendekatan yang lebih adaptif dan relevan.