Pelestarian Budaya Melalui Program Unggulan Radio Citra FM
Jendelakita.my.id.- Lubuklinggau, 20 April 2026, Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester IV melaksanakan kegiatan wawancara di Studio Radio Citra FM pada Senin, 20 April 2026, pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai dunia penyiaran radio, khususnya dalam pengelolaan program siaran dan strategi menjangkau pendengar.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mewawancarai Vijay, salah satu penyiar di Radio Citra FM. Ia menjelaskan bahwa radio ini memiliki berbagai program unggulan yang berfokus pada pelestarian budaya lokal dan daerah.
“Di Radio Citra ada program seperti Citra Silampari yang mengangkat konten lokal dari Lubuklinggau dan sekitarnya. Selain itu, ada juga program bernuansa budaya seperti campursari, lagu-lagu Minang, Medan, Sunda, dan berbagai program daerah lainnya,” ujar Vijay.
Menurutnya, hal yang membedakan Radio Citra FM dengan radio lain adalah komitmennya dalam melestarikan budaya tradisional. Jika banyak media saat ini lebih fokus mengangkat budaya modern, Radio Citra justru tetap mempertahankan budaya lama dengan kemasan yang lebih modern dan menarik.
“Budaya-budaya lama, termasuk bahasa daerah, kami sajikan dengan cara yang lebih kekinian agar tetap relevan. Dengan begitu, generasi muda tetap bisa mengenal dan mempelajari budaya daerahnya,” jelasnya.
Vijay menambahkan, target utama pendengar Radio Citra adalah kalangan usia menengah ke atas, karena sebagian besar program yang disajikan mengangkat budaya daerah, khususnya budaya Jawa dan budaya lokal lainnya. Meski demikian, pendengar dari kalangan muda juga masih cukup banyak.
“Anak muda juga banyak yang mendengarkan, terutama ketika mereka membutuhkan informasi atau referensi tentang budaya lokal, misalnya untuk tugas sekolah. Apalagi saat ini sudah semakin jarang media yang secara konsisten menyajikan konten budaya lokal,” tuturnya.
Melalui wawancara ini, mahasiswa KPI memperoleh pemahaman bahwa radio tidak hanya berfungsi sebagai media informasi dan hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
