Jual beli syriah menurut fikih muamlah
Penulis : Imam Efendi Hefriansyah ( Mahasiswa STAI Bumi Silampari)
| Pengertian: Jual beli (al-bai’) adalah akad tukar-menukar harta antara dua pihak (penjual dan pembeli) dengan cara yang sah menurut syariat, untuk saling memiliki secara rela. |
|---|
Dasar hukum: Jual beli hukumnya boleh (mubah) selama tidak mengandung unsur yang dilarang, seperti riba, gharar (ketidakjelasan), dan penipuan.
Rukun jual beli:
Penjual dan pembeli (berakal dan atas kehendak sendiri)
Barang (ma’qud ‘alaih) yang diperjualbelikan (halal, jelas, dan bermanfaat)
Harga (tsaman) yang disepakati
Ijab dan qabul (akad/saling setuju)
Syarat sah jual beli:
Barang suci, bermanfaat, dan milik sendiri
Diketahui dengan jelas (tidak samar)
Tidak mengandung unsur penipuan atau paksaan
Tidak melanggar ketentuan syariat
Tujuan: Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dengan cara yang adil, jujur, dan sesuai prinsip Islam.
Jual beli syriah menurut fikih muamlah
Reviewed by Imam Efendi Heriansyah
on
April 27, 2026
Rating: 5
Reviewed by Imam Efendi Heriansyah
on
April 27, 2026
Rating: 5
