Istiqomah Berbuah Karamah
Tulisan Oleh: H. Albar Sentosa Subari
Jendelakita.my.id - Ustadz Ahmad Amin, pakar matematika dan fisika asal Irak (1390 H), pernah menuliskan sebuah pengalaman. Ia menceritakan tentang seorang wanita muda bernama Mary Powel yang lahir dalam keadaan lumpuh sehingga sama sekali tidak mampu berjalan.
Suatu hari, seorang lelaki tetangganya datang melamarnya. Wanita itu sangat gembira karena ada seseorang yang sudi melamarnya. Ia kemudian memberitahukan hal tersebut kepada ibunya.
Mendengar kabar itu, sang ibu menangis tersedu-sedu. Hal itu karena para dokter spesialis telah mengatakan kepadanya bahwa jika anaknya menikah, ia tidak akan dikaruniai keturunan dan sepanjang hidupnya akan mandul.
Sang ibu hingga saat itu tidak pernah menyampaikan kenyataan tersebut kepada anaknya. Ia berkata, “Karena pemuda itu terus memaksa untuk menikah, kita harus memberitahukan masalah yang sebenarnya.”
Namun, sang anak menjawab, “Tidak masalah. Jika pernikahan itu terjadi, setiap malam aku akan mengerjakan salat hajat dan memohon kepada Allah agar menganugerahi kami seorang anak.”
Sang ibu meremehkan perkataan putrinya. Ia lebih percaya pada pendapat para dokter spesialis. Akhirnya, ia menyetujui pernikahan tersebut setelah sebelumnya memberitahukan kepada pihak laki-laki tentang kondisi yang selama ini disembunyikan.
Setelah menikah, wanita itu setiap malam selalu melaksanakan salat malam dan bermunajat kepada Allah dengan penuh harap dan air mata. Ia berdoa:
“Ya Allah, Engkau telah mengambil nikmat berjalan dariku. Apakah Engkau juga tidak akan menganugerahkan nikmat melahirkan dan memiliki anak, sebagaimana yang Engkau berikan kepada jutaan wanita lainnya? Ya Allah, apakah Engkau memberikan kepada wanita lain nikmat berjalan dan melahirkan, sementara aku tidak Kau beri salah satu di antara keduanya?”
Ia terus memanjatkan doa dengan penuh ketulusan dan keikhlasan dari lubuk hati yang terdalam. Selama 40 tahun, ia melakukannya tanpa mengenal lelah. Hingga akhirnya, ia hamil dan secara bertahap dikaruniai tiga orang anak.
Istiqomah memang tidak mudah. Apa yang dilakukan oleh Mary Powel merupakan bentuk perlawanan terhadap pola pikir materialistik yang hanya mengandalkan logika dan teknologi semata. Dalam pandangan tersebut, sesuatu yang tidak masuk akal dianggap tidak mungkin terjadi. Mereka lebih percaya kepada dokter dalam menyembuhkan penyakit daripada kepada Allah.
Padahal, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Katakanlah, ‘Tuhanku adalah Allah,’ kemudian beristiqomahlah dalam menjalankan perintah-Nya.”
Sebagaimana disampaikan oleh KH Aqil Siradj, janganlah kita mencari karamah dalam beribadah, tetapi carilah istiqomah. Barang siapa mencari karamah, belum tentu mendapatkannya. Namun, siapa yang menjaga istiqomah, maka karamah akan datang dengan sendirinya.
Oleh karena itu, jangan sepenuhnya bergantung pada manusia, termasuk dokter. Percayalah kepada Allah sebagai Sang Maha Penyembuh.
