Breaking News

Hilangnya Halaman dalam Kehidupan Kota Modern

    

(Ade Ruansyah - Prodi PAI Semester 4 Mahasiswa STAI Bumi Silampari LLG)

    Urbanisasi yang terus meningkat menyebabkan keterbatasan lahan di perkotaan. Sebagai solusi, banyak kota membangun rumah susun dan apartemen sebagai tempat tinggal masyarakat. Pola hunian ini melahirkan apa yang dapat disebut sebagai perkampungan vertikal, yaitu komunitas yang hidup bertingkat dalam ruang sempit dan padat.

       Secara sosiologis, perubahan dari rumah tapak ke hunian vertikal membawa dampak besar terhadap hubungan sosial. Di lingkungan perkampungan tradisional, halaman rumah menjadi ruang interaksi penting. Anak-anak bermain, tetangga berbincang, dan kegiatan sosial berlangsung secara alami. Namun di hunian vertikal, halaman digantikan lorong, lift, dan balkon sempit.

    Akibatnya, hubungan antarwarga cenderung lebih formal dan terbatas. Banyak penghuni tidak mengenal tetangga sebelah kamar. Solidaritas sosial menjadi lemah karena ruang interaksi bersama berkurang. Masyarakat kota semakin sibuk dan individualis.

      Meski demikian, hunian vertikal juga memiliki sisi positif seperti efisiensi lahan, keamanan lebih baik, dan akses fasilitas umum yang dekat. Tantangannya adalah bagaimana membangun kembali rasa komunitas di tengah bangunan tinggi. Ruang terbuka bersama, kegiatan warga, dan forum penghuni dapat menjadi solusi.

     Perkampungan vertikal menunjukkan bahwa modernisasi tidak hanya mengubah bentuk rumah, tetapi juga mengubah cara manusia berhubungan satu sama lain.