10 masalah di perdesaan dan 10 masalah di perkotaaan
Penulis:M.ROFFI'UDDIN prodi PAI STAI bumi silampari
Masalah di desa umumnya berpusat pada keterbatasan infrastruktur dan stagnasi ekonomi.
Akses Pendidikan yang Terbatas: Kurangnya jumlah sekolah menengah dan perguruan tinggi, serta minimnya tenaga pengajar berkualitas.
Fasilitas Kesehatan Minim: Jarak tempuh yang jauh menuju rumah sakit besar dan kurangnya dokter spesialis di Puskesmas.
Infrastruktur Jalan yang Buruk: Banyak jalan desa yang rusak atau belum teraspal, menghambat distribusi hasil tani.
Urbanisasi (Migrasi Pemuda): Generasi muda cenderung pindah ke kota, menyebabkan desa kekurangan tenaga kerja produktif dan kreatif.
Kesenjangan Teknologi (Digital Divide): Jaringan internet yang tidak stabil dan rendahnya literasi digital masyarakat.
Kemiskinan Struktural: Ketergantungan pada sektor pertanian yang rentan terhadap cuaca dan tengkulak.
Kurangnya Lapangan Kerja Non-Pertanian: Terbatasnya variasi pekerjaan selain bertani atau berkebun.
Minimnya Akses Air Bersih dan Sanitasi: Beberapa wilayah masih bergantung pada sumber air alami yang tidak terjamin kebersihannya.
Langkanya Modal Usaha: Sulitnya akses perbankan bagi petani kecil untuk mengembangkan usaha mereka.
Ketergantungan pada Cuaca: Perubahan iklim sangat berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi desa.
10 Masalah Utama di Wilayah Perkotaan
Sebaliknya, masalah kota muncul akibat kepadatan penduduk yang melampaui daya dukung lingkungan.
Kemacetan Lalu Lintas: Volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan raya.
Polusi Udara dan Suara: Kualitas udara yang buruk akibat emisi kendaraan dan industri yang berdampak pada kesehatan paru-paru.
Harga Hunian yang Selangit: Sulitnya bagi kelas pekerja untuk memiliki rumah karena harga tanah yang terus melonjak.
Permukiman Kumuh (Slums): Munculnya kawasan ilegal di pinggiran sungai atau rel kereta akibat ketidakmampuan ekonomi.
Manajemen Sampah: Produksi sampah harian yang masif seringkali tidak tertangani dengan baik di TPA.
Kriminalitas Tinggi: Tekanan ekonomi dan kesenjangan sosial yang tajam memicu angka kejahatan yang lebih tinggi.
Banjir Tahunan: Berkurangnya daerah resapan air karena tertutup beton dan sistem drainase yang buruk.
Tingkat Stres dan Kesehatan Mental: Gaya hidup yang kompetitif dan ritme kerja yang cepat memicu masalah psikologis.
Kesenjangan Sosial yang Ekstrem: Pemandangan gedung pencakar langit yang berdampingan langsung dengan gubuk reyot.
Tingginya Biaya Hidup: Harga kebutuhan pokok, jasa, dan gaya hidup jauh lebih mahal dibandingkan di desa.
Kesimpulan
Masalah di desa membutuhkan intervensi berupa pemerataan pembangunan infrastruktur, sedangkan masalah di kota membutuhkan manajemen tata kota yang cerdas dan transportasi publik yang integratif. Tanpa adanya keseimbangan pembangunan di kedua wilayah ini, arus urbanisasi akan terus menekan kota dan mematikan potensi desa.
