Breaking News

Kolaborasi BPMSS dan Pemkot Palembang dalam Mewujudkan Kota Layak Huni


Jendelakita.my.id. - Penyerahan Draft MOU BPMSS dengan Pemkot Palembang menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara masyarakat sipil dan pemerintah daerah. Perkumpulan Bakti Persada Masyarakat Sumatera Selatan telah menyiapkan draft MOU dengan Pemerintah Kota Palembang, sebagai tindak lanjut dari Diskusi Panel yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. 

Dokumen tersebut memuat kerangka kerja sama mengenai Program Edukasi dan Penataan Lingkungan Kota Layak Huni yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan kesadaran lingkungan dan penataan ruang publik yang lebih baik. Naskah diserahkan oleh ketua tim MOU BPMSS Albar Sentosa Subari SH SU kepada ketua BPMSS Dr. Hadi Prayoga sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung agenda pembangunan Kota Palembang.

Seiring dengan proses penyusunan MOU, BPMSS juga menyusun program kerja tahun 2026 yang disiapkan secara komprehensif melalui pembentukan tim kecil dengan ketua sdr. Mulyadi Adnan. Tim ini memiliki tugas merumuskan langkah-langkah operasional yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk mendiskusikan rencana FGD tentang UMKM serta kegiatan Hari Ibu 22 Desember 2025. 

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa BPMSS tidak hanya berfokus pada penataan lingkungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial-ekonomi masyarakat. Pertemuan koordinasi dan penyerahan naskah MOU ini dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2025 di kedai 3 nyonya, Jln Kartini Palembang, sebagai forum informal yang efektif untuk memperkuat komunikasi internal sekaligus membahas strategi kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Kota Palembang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan tengah menghadapi tantangan serius dalam tata kelola lingkungan yang semakin kompleks. Permasalahan seperti banjir perkotaan, penurunan kualitas udara, menurunnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, dan ketidakteraturan ruang publik menjadi isu yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Kondisi tersebut mempengaruhi terwujudnya kota yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan apabila tidak ditangani dengan pendekatan yang sistematis. Perubahan perilaku masyarakat, peningkatan edukasi lingkungan, dan penguatan tata kelola ruang publik menjadi langkah krusial yang harus dilakukan secara terpadu.

Di sisi lain, diperlukan kolaborasi strategis antara pemerintah dan masyarakat untuk mendorong edukasi lingkungan, perbaikan tata ruang berbasis komunitas, serta implementasi program penataan lingkungan yang efektif. BPMSS sebagai organisasi sosial kemasyarakatan memiliki kapasitas pemberdayaan, pendampingan, serta jaringan komunitas yang luas untuk mendukung inisiatif tersebut. Karena perkumpulan BPMSS memiliki dewan pakar yang handal beberapa guru besar dan doktor serta magister, organisasi ini mampu memberikan kontribusi substansial dalam bentuk kajian akademik, pendampingan teknis, hingga pelatihan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran tenaga ahli ini membuat BPMSS dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Palembang dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih baik dan berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui MOU yang telah disiapkan, BPMSS berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan program yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Implementasi kerja sama ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian kota. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen bersama bahwa pembangunan kota yang layak huni hanya dapat terwujud melalui kemitraan yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan komunitas masyarakat.