Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat: Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Masyarakat Lubuk Linggau
![]() |
| Dok. Pemkot Lubuk Linggau |
Dalam sambutannya, H Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih di Niken Jaya akan dijadikan percontohan bagi koperasi lain. Model pengelolaan yang diterapkan di Niken Jaya diharapkan dapat menjadi standar baik dalam aspek administrasi maupun pelayanan anggota. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, sudah ada 72 koperasi yang terbentuk di setiap kelurahan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berkoperasi terus berkembang di masyarakat.
Menyadari pentingnya fungsi pengawasan, Wali Kota menegaskan bahwa “Satgas di tingkat kecamatan akan segera dibentuk dan diketuai langsung oleh camat. Mereka bertugas melakukan pengawasan terhadap koperasi merah putih yang ada. Permasalahan yang timbul harus segera dilaporkan minimal satu bulan sekali, atau bila perlu setiap minggu agar bisa cepat diatasi,” tegasnya. Dengan adanya mekanisme ini, diharapkan semua kendala di lapangan dapat segera diselesaikan secara cepat, tepat, dan terukur.
Wali Kota juga menekankan agar koperasi dapat berfokus pada sistem simpan pinjam. Menurutnya, fasilitas koperasi sebaiknya memanfaatkan aset yang sudah tersedia tanpa harus membangun ulang, sehingga anggaran dapat lebih diarahkan pada peningkatan operasional dan pelayanan koperasi. Ia juga menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam mengelola pinjaman. “Kalau memang diperlukan, boleh ambil pinjaman. Namun yang perlu dicatat, setelah dapat pinjaman, yang utama adalah komitmen mengembalikan pinjaman tersebut, bukan mendahulukan gaji karyawan,” jelasnya.
Selain membahas koperasi, Wali Kota juga menyinggung agenda menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Lubuk Linggau. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong. Ia juga mengingatkan pentingnya keamanan lingkungan dengan mengaktifkan Poskamling sesuai edaran Gubernur. Dengan langkah ini, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan aman menjelang perayaan kota.
Mengenai Pasar Inpres, Wali Kota menegaskan rencana pembentukan pengamanan resmi untuk mencegah pungutan liar. “Kita sudah membentuk Satgas Premanisme untuk mengatasi masalah di pasar. Ke depan PUPR harus menargetkan perbaikan pasar Inpres dengan tipe semi modern pada 2026. Meski dengan konsep baru, sewa kios pedagang tidak akan dinaikkan agar tidak memberatkan mereka,” tambahnya. Kebijakan ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap para pedagang kecil agar tetap dapat berusaha tanpa beban tambahan.
Selain itu, H Rachmat Hidayat juga menyinggung program makan bergizi gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya pengawasan melalui pembentukan Satgas pengawas MBG yang bertugas memastikan penyaluran program ini berjalan tepat sasaran di seluruh wilayah Kota Lubuk Linggau.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H Rustam Effendi, menambahkan pesan khusus agar koperasi mampu berperan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. “Bahan pokok harus menjadi prioritas yang tersedia di koperasi,” ujarnya. Hal ini menegaskan kembali peran koperasi sebagai penopang utama kebutuhan masyarakat di tengah dinamika harga pasar.
Sementara itu, Sekda Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa, menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan koperasi. Ia menyampaikan, “Pastikan ada unit usaha yang potensial, misalnya apotek mini. Koperasi simpan pinjam memang berkembang baik di kota ini, tapi tetap waspadai kredit macet.” Pesan ini menutup rangkaian konsultasi dengan harapan koperasi Merah Putih tidak hanya berkembang dalam jumlah, tetapi juga dalam kualitas usaha yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi. (Rilis / Adv)
.jpg)