Jangan Campur Toleransi dan Akidah! Pesan Tegas dari Mimbar Jumat
![]() |
| Image by ziedkammoun from Pixabay |
Jendelakita.my.id – Dalam khutbah Jumat yang berlangsung khidmat di Masjid Ar-Rahman, khatib Ustaz H. Ahmad Fauzi menyampaikan pesan penting tentang perlunya membedakan antara sikap toleransi dan prinsip akidah dalam kehidupan beragama (3/10/2025).
Ustaz Ahmad menegaskan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi, namun tetap memiliki batas tegas dalam hal akidah. “Toleransi bukan berarti kita mencampuradukkan keyakinan. Kita hormati pemeluk agama lain, tapi jangan sampai mengorbankan prinsip tauhid,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.
Dalam khutbahnya, Ustaz Ahmad menjelaskan bahwa toleransi adalah sikap saling menghormati antarumat beragama tanpa harus ikut dalam ritual atau keyakinan mereka. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam euforia pluralisme yang dapat mengaburkan batas-batas akidah.
“Ketika kita menghadiri acara keagamaan lain, kita harus tahu batasnya. Jangan sampai ikut berdoa atau ritual yang bertentangan dengan syariat. Itu bukan toleransi, itu pelanggaran akidah,” tegasnya.
Ustaz Ahmad juga mengingatkan bahwa akidah adalah pondasi utama dalam Islam. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Kafirun, “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku,” sebagai bukti bahwa Islam mengajarkan toleransi tanpa kompromi dalam keyakinan.
“Jangan sampai demi toleransi, kita mengucapkan selamat atas hari raya agama lain dengan kalimat yang mengandung pengakuan terhadap keyakinan mereka. Kita bisa menyampaikan doa kebaikan, tapi tetap menjaga akidah,” jelasnya.
Khutbah ditutup dengan ajakan agar umat Islam menjadi pribadi yang bijak, santun, dan tegas dalam beragama. “Mari kita jadi umat yang ramah, bukan lemah. Toleran, bukan plin-plan. Teguh dalam akidah, tapi lembut dalam sikap,” tutup Ustaz Ahmad.
