Breaking News

Dua Tipe Orang Sholat



Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U.  

Jendelakita.my.id. -   Ada dua tipe orang yang melaksanakan sholat.

Pertama, sholatnya orang munafik, yaitu mereka yang menganggap sholat sebagai beban. Sholat seperti ini merupakan yang paling umum dilakukan banyak orang. Mereka menganggap sholat hanya sebagai kewajiban ritual yang harus dilaksanakan setiap hari. Akibatnya, sholat terasa sebagai beban yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak jarang sholat ditinggalkan hingga menjadi kebiasaan, tanpa rasa bersalah. Jika pun dilakukan, sholat dikerjakan dengan perasaan berat dan malas. Terkadang sholat dilakukan asal-asalan, sekadar menggugurkan kewajiban sesuai waktu yang ditetapkan, umumnya di akhir waktu. Kadang kala, mereka bahkan menggabungkan dua sholat sekaligus tanpa alasan yang bisa dibenarkan. Inilah yang disebut sebagai sholatnya orang-orang munafik.

Kedua, sholatnya orang beriman, yakni mereka yang menganggap sholat sebagai kebutuhan dan kenikmatan. Kelompok ini memahami hakikat sholat, yaitu bahwa sholat dilakukan untuk kepentingan dirinya sendiri, bukan untuk Allah. Sebab Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya. Mereka melaksanakan sholat dengan ikhlas dan penuh keridaan, serta penuh harapan hanya kepada-Nya. Biasanya, sholat dikerjakan di awal waktu dan diiringi dengan sholat sunnah, baik sholat sunnah rawatib, sholat sunnah lainnya, maupun sholat malam dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Mereka yakin bahwa dengan sholat yang benar, hidup menjadi lebih mudah. Paling tidak, sholat seperti inilah yang harus kita laksanakan. Kita benar-benar butuh Allah SWT, kita rindu akan pertemuan dengan-Nya di akhir nanti.

Di atas kelompok kedua, terdapat kelompok yang lebih tinggi, yakni sholatnya para nabi dan rasul. Kita semua berusaha meniru bagaimana sholat Rasulullah SAW, suatu kenikmatan luar biasa saat menghadap Allah SWT dengan kekhusyukan penuh. Mereka sudah mampu merasakan nikmatnya sholat, hingga menjadikannya sebagai bentuk kesenangan dan keasyikan berdialog dengan Allah. Mereka tidak merasa lelah walau sholat berlangsung lama, sebab mereka sadar sedang berkomunikasi dengan Sang Pencipta langit, bumi, dan seluruh isinya. Sebagaimana Rasulullah SAW mengerjakan sholat malam hingga berjam-jam sampai kaki beliau bengkak. Dalam satu rakaat, beliau biasa membaca surat panjang seperti Al-Baqarah, Ali Imran, atau An-Nisa. Ketika duduk di antara dua sujud, Rasulullah juga berlama-lama memohon doa untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Jika seseorang masih berada pada kelompok pertama, hendaklah berlatih agar bisa naik ke kelompok kedua, kemudian menjaga istiqamah. Setelah mencapai kelompok kedua, berusahalah meneladani sholat para nabi dan rasul dengan menikmati kekhusyukan. Inilah kelompok para salihin, orang-orang dekat dengan Allah, yang telah mencapai tingkat kepekaan batin tinggi. Mereka terbiasa berkomunikasi dengan Allah dalam sholat, sehingga mampu pula berkomunikasi dengan Allah di luar sholat dengan kualitas yang sama.