Breaking News

Memahami Strata Sosial


Penulis:M.ROFFI'UDDIN  Prodi PAI STAI BUMI SILAMPARI


 Dalam sosiologi, kita mengenal istilah stratifikasi sosial atau strata sosial. Fenomena ini merujuk pada pengelompokan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan hierarkis secara bertingkat. Ibarat sebuah gedung bertingkat, masyarakat tidak berada di satu lantai yang sama; ada yang berada di penthouse (puncak), lantai menengah, hingga lantai dasar.

​1. Apa Dasar Pembentukan Strata Sosial?

​Masyarakat tidak membagi lapisan secara acak. Stratifikasi muncul karena adanya sesuatu yang dianggap berharga dan jumlahnya terbatas. Kriteria utamanya meliputi:

​Kekayaan (Ekonomi): Ini adalah dasar paling umum. Mereka yang memiliki aset, tanah, dan pendapatan besar berada di lapisan atas.

​Kekuasaan (Politik): Individu yang memiliki wewenang untuk mengatur orang lain (seperti pejabat pemerintah atau pemimpin organisasi).

​Kehormatan (Status): Biasanya terlihat pada masyarakat adat atau tradisional, di mana garis keturunan atau gelar kebangsawanan sangat dihormati.

​Ilmu Pengetahuan (Pendidikan): Di era modern, gelar akademik dan keahlian khusus menjadi tiket untuk naik ke strata yang lebih tinggi.

2. Sifat-Sifat Sistem Strata Sosial

​Bagaimana seseorang bisa berpindah dari satu lapisan ke lapisan lain? Hal ini tergantung pada sifat sistem yang dianut masyarakat tersebut:

​Sistem Tertutup: Mobilitas hampir mustahil terjadi. Posisi seseorang ditentukan sejak lahir (ascribed status). Contoh klasiknya adalah sistem kasta.

​Sistem Terbuka: Setiap orang memiliki kesempatan untuk naik (social climbing) atau turun (social sinking) berdasarkan usaha dan prestasi (achieved status). Pendidikan adalah motor utama dalam sistem ini.

​Sistem Campuran: Kombinasi di mana dalam bidang tertentu bersifat tertutup (misal: kasta), namun dalam bidang lain bersifat terbuka (misal: ekonomi).

​3. Dampak Strata Sosial dalam Kehidupan Nyata

​Strata sosial bukan sekadar teori di buku teks; ia nyata dalam keseharian kita melalui:

​Gaya Hidup (Life Style): Perbedaan strata memengaruhi cara berpakaian, hobi, tempat berbelanja, hingga bahasa yang digunakan.

​Peluang Hidup (Life Chances): Seseorang di strata atas cenderung memiliki akses kesehatan yang lebih baik, nutrisi yang tercukupi, dan pendidikan berkualitas tinggi dibandingkan mereka di strata bawah.

​Hubungan Sosial: Sering kali, interaksi sosial lebih intens terjadi di dalam lapisan yang sama (homogami).

​4. Kesimpulan: Tantangan di Balik Perbedaan

​Meskipun stratifikasi sosial berfungsi untuk menempatkan individu pada posisi-posisi yang dibutuhkan masyarakat, ia juga menyimpan risiko. Kesenjangan yang terlalu lebar dapat memicu kecemburuan sosial dan konflik. Oleh karena itu, penting bagi sebuah negara untuk memastikan bahwa meskipun strata itu ada, akses terhadap kebutuhan dasar tetap bersifat universal dan adil bagi semua lapisan.