Usahaku untuk Sebuah Cerita
Tulisan oleh : Sekar Destia Sari
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Hari ini merupakan hari kedua kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepenulisan dilaksanakan. Namun, saya baru dapat mengikuti kegiatan ini pada hari kedua karena sebelumnya tidak mengetahui informasi mengenai pelaksanaan Bimtek tersebut.
Setelah kegiatan hari pertama selesai, salah satu teman saya memberi tahu tentang kegiatan Bimtek ini. Saya ternyata tertarik untuk mengikutinya. Namun, muncul keraguan dalam pikiran saya, "apakah masih bisa saya mengikuti kegiatan ini tetapi tidak dari awal kegiatan".
Pikiran tersebut terus terbayang. Akhirnya, saya memutuskan untuk bertanya kepada salah satu guru yang mendampingi kegiatan Bimtek. Saya merasa takut dan ragu. Namun, jika tidak bertanya, saya merasa hanya akan berhenti tanpa mencoba.
Saya kemudian menghubungi guru tersebut melalui WhatsApp. "assalamualaikum buk,maaf mengganggu waktu nya,saya sekar destia sari kelas X.1 boleh ikut bimtek gak ya buk,kemarin tidak tau infonya kalau ada bimtek di sekolah🙏🏻", itulah pesan pertama yang saya kirimkan kepada guru saya.
Tidak lama kemudian, guru saya membalas, "Nnt ya ditanyakn dlu dgn narasumber".
Saat itu, perasaan saya bercampur aduk. Ada rasa takut, khawatir, dan cemas. Saya bahkan sempat berpikir, "mungkin sekarang belum saatnya saya mengikuti kegiatan bimtek ini".
Namun, sekitar pukul 21.00 WIB, guru saya memberikan kabar bahwa narasumber memperbolehkan saya mengikuti kegiatan Bimtek. Saya tentu merasa sangat bahagia.
Meskipun kegiatan ini bukan acara besar-besaran, bagi saya Bimtek ini memiliki arti tersendiri. Di sini, saya dapat menuangkan sekaligus mengekspresikan hobi saya dalam membuat novel. Saya juga mendapatkan pengetahuan tentang kepenulisan dan diberikan beberapa tugas untuk membuat cerita berdasarkan apa yang ada di dalam pikiran saya.
Jika ada yang bertanya, "kenapa kamu menulis dan menceritakan hal ini?"
Saya akan menjawab, "karna di cerita ini awal mula saya mengikuti kegiatan bimtek yang di isi dengan penuh perasaan-perasaan,seperti sedih,cemas,takut,tapi di balik perasaan itu ada perasaan lain,yap!,saat saya di izinkan ikut,tumbuh perasaan senang,yang ngebuat saya benar-benar bahagia".
Sebelumnya, saya mengira acara ini akan terasa menegangkan. Namun, ketika pertama kali mengikutinya pada hari kedua, ternyata kegiatan tersebut sangat seru. Suasananya tidak menegangkan, materinya juga tidak terlalu panjang, bahkan mudah dipahami.
Dari pengalaman ini, saya kembali menemukan semangat dalam diri saya. Awalnya, saya menganggap bahwa menulis hanyalah tugas biasa. Ternyata, melalui tulisan, berbagai hal yang ada di dalam pikiran dapat dituangkan menjadi sebuah cerita yang membuat imajinasi berkembang.
"ternyata dari menulis semua yang ada di benak kita,bisa kita tuang dalam sebuah cerita,yang membuat fikiran kita berimajinasi dan berkembang"
Selain itu, saya juga menyadari bahwa menulis dapat menjadi cara untuk menyampaikan sesuatu yang terkadang sulit diungkapkan secara langsung.
"Lewat tulisan, aku mendengarkan suara-suara di kepala yang selama ini terlalu bising untuk diucapkan."